Industri produk-produk karet merupakan sektor Industri berdasarkan sumber penting di banyak negara.
Lateks yang diperoleh dari pohon karet diproses melaui dua rute yang cukup terpisah untuk menghasilkan bahan mentah dari mana produk-produknya dibuat.
Selama dasawarsa yang lalu, industri karet telah mengalami pertumbuhan yang stabil dan mantap.
Karet bisa mengalami deformasi akibat tekanan terbalik, dan properti khusus ini telah dimanfaatkan pada berbagai sektor, seperti transportasi, penanganan bahan, perawatan kesehatan, kegiatan olah raga dan wisata.
Bahan Mentah
Konsentrat lateks – Lateks yang terkumpul dari kebun karet dikonsentrasikan (pada umumnya secara sentrifugal, untuk membuang bagian dari serum yang tidak diinginkan) menjadi karet kering dengan kadar 60%.
Lateks ini selanjutnya diawetkan menggunakan amonia untuk menghindari pertumbuhan bakteri.
Inilah bahan awal untuk semua produk-produk lateks alami, baik yang diproduksi dengan celup (sarung tangan, balon, kondom, kateter, kempengan bayi dan lembaran lateks yang digunakan dokter gigi (dental dam))atau proses lainnya, seperti pembuatan spon (spon lateks atau spon) ataupun kompresi (benang lateks, atau yang lebih dikenal dengan Aelastic).
Karet kering – Lateks digumpalkan dengan asam, ditipiskan, dihancurkan dan dicuci secara ekstensif untuk menghilangkan kelebihan asam (di antaranya) sebelum dikeringkan pada suhu di atas 100°C.
Sebagian lateks yang telah menggumpal sendiri di kebun karet pada saat menunggu pengumpulan juga diproses dengan cara ini.
Karet kering selanjutnya menjadi bahan mentah untuk pembuatan ban, pipa karet, selang, sepatu/sandal, komponen otomotif, komponen engineering, lem, dan beberapa peralatan rumah tangga.
Beberapa bahan vulkanisir karet juga dibuat dengan cara ini. Sebagian besar produk-produk ini diproduksi dari campuran karet alam dan beberapa jenis karet sintetis.
Produk-produk dari Karet Alam
Pembuatan barang-barang dari lateks – Konsentrat lateks cair pertama-tama dicampur dengan beberapa bahan kimia kompon, setelah itu cetakan bentuk yang diinginkan dicelupkan ke dalam campuran lateks agar terjadi pengendapan lapisan lateks tipis.
Pencelupan bisa dilakukan menggunakan atau tanpa menggunakan bahan kimia penstabil (yakni celup penggumpal atau celup langsung).
Pada umumnya, pelumeran dilakukan pada tahap proses tertentu, dan produk diawetkan pada suhu 100°-120°C.